ASKEP DEMAM THYPOID PDF

Setelah menyebabkan peradangan dan nekrosis, kuman lewat pembuluh limfe masuk ke darah bakteremia primer menuju organ retikuloendotelial sistem RES terutama hati dan limpa. Pada akhir masa inkubasi 5 - 9 hari kuman kembali masuk ke organ tubuh terutama limpa, kandung empedu ke rongga usus halus dan menyebabkan reinfeksi di usus. Dalam masa bakteremia ini kuman yang mengeluarkan endotoksin yang susunan kimianya sama dengan somatik antigen lipopolisakarida , yang semula di duga bertanggung jawab terhadap terjadinya gejala - gejala dari demam tifoid. Demam tifoid disebabkan karena salmonella typhosa dan endotoksinnya yang merangsang sintesa dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. Selanjutnya beredar mempengaruhi pusat termoregulator di hipotalamus yang akhirnya menimbulkan gejala demam. Penyakit infeksi Tropik Pada Anak,

Author:Yozshukazahn Yole
Country:Equatorial Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):14 December 2012
Pages:429
PDF File Size:18.87 Mb
ePub File Size:12.5 Mb
ISBN:432-6-99327-951-4
Downloads:58874
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kazrabei



Setelah menyebabkan peradangan dan nekrosis, kuman lewat pembuluh limfe masuk ke darah bakteremia primer menuju organ retikuloendotelial sistem RES terutama hati dan limpa. Pada akhir masa inkubasi 5 - 9 hari kuman kembali masuk ke organ tubuh terutama limpa, kandung empedu ke rongga usus halus dan menyebabkan reinfeksi di usus.

Dalam masa bakteremia ini kuman yang mengeluarkan endotoksin yang susunan kimianya sama dengan somatik antigen lipopolisakarida , yang semula di duga bertanggung jawab terhadap terjadinya gejala - gejala dari demam tifoid.

Demam tifoid disebabkan karena salmonella typhosa dan endotoksinnya yang merangsang sintesa dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang. Selanjutnya beredar mempengaruhi pusat termoregulator di hipotalamus yang akhirnya menimbulkan gejala demam. Penyakit infeksi Tropik Pada Anak, Perawatan Penderita demam tifoid perlu dirawat di rumah sakit untuk di isolasi, observasi serta pengobatan. Penderita harus istirahat 5 - 7 hari bebas panas, tetapi tidak harus tirah baring sempurna seperti pada perawatan demam tifoid dimasa lampau.

Mobilisasi dilakukan sewajarnya, sesuai dengan situasi dan kondisi penderita. Penderita dengan kesadaran menurun posisi tubuhnya perlu diubah - ubah untuk menghindari komplikasi pneumonia hipostatik dan dekubitus.

Penderita penyakit demam Tifoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain: 1. Tidak mengandung banyak serat. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas. Makanan lunak diberikan selama istirahat. Syarat-syarat diet sisa rendah adalah: 1. Energi cukup sesuai dengan umur, jenis kelamin dan aktivitas 2. Karbohidrat cukup, yaitu sisa kebutuhan energi total 5.

Pembatasan ini disesuaikan dengan toleransi perorangan 6. Makanan sering diberikan dalam porsi kecil Makanan yang dianjurkan antara lain : 1. Sumber protein hewani: daging empuk, hati, ayam, ikan direbus, ditumis, dikukus,diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman; susu maksimal 2 gelas per hari 3.

Sumber protein nabati : tahu, tempe ditim, direbus, ditumis; pindakas; susu kedelai 4. Buah-buahan : semua sari buah; buah segar yang matang tanpa kulit dan biji dan tidak banyak menimbulkan gas seperti pepaya , pisang, jeruk, alpukat 6.

Lemak nabati : margarin, mentega, dan minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup 7. Minuman : teh encer, sirup 8. Protein Kebutuhan protein lebih terkait dengan keparahan dan durasi infeksi daripada ketinggian demam. Untuk meminimalkan kehilangan jaringan, makanan protein nilai biologis tinggi seperti susu dan telur harus digunakan secara bebas karena mereka yang paling mudah dicerna dan diserap. Untuk mencapai hal ini, makan secara teratur harus ditambah dengan minuman protein tinggi.

Carbohydrares Asupan karbohidrat liberal disarankan untuk mengisi toko glikogen habis tubuh. Mudah dicerna, karbohidrat juga dimasak seperti pati sederhana, glukosa, madu, gula tebu dll harus dimasukkan karena mereka memerlukan pencernaan lebih sedikit dan berasimilasi dengan baik. Diet Serat Sebagai gejala tipus termasuk diare dan lesi di saluran usus, segala bentuk iritasi harus dihilangkan dari diet.

Semua serat, kasar menjengkelkan harus, karena itu akan dihindari dalam diet, karena merupakan iritan mekanik. Lemak Karena adanya diare, emulsi lemak bentuk seperti krim, mentega, susu, kuning telur, harus dimasukkan dalam diet, karena mereka mudah dicerna.

Makanan yang digoreng yang sulit untuk dicerna harus dihindari. Mineral Karena hilangnya elektrolit yang berlebihan seperti sup natrium, kalium dan klorida asin, kaldu, jus buah, susu harus dimasukkan untuk mengkompensasi hilangnya elektrolit.

Suplemen zat besi harus diberikan untuk mencegah anemia. Vitamin Karena infeksi dan demam resultants, ada kebutuhan untuk meningkatkan asupan Vitamin A dan C. Cairan Dalam rangka untuk mengkompensasi kerugian melalui kulit dan keringat dan juga untuk memastikan volume yang memadai urin untuk mengeluarkan limbah, asupan cairan liberal sangat penting dalam bentuk minuman, sup, jus, air biasa dll.

Jadi energi yang tinggi, protein tinggi, diet cairan penuh dianjurkan di awal dan segera setelah demam turun, serat, hambar rendah, diet lunak harus diberikan kepada pasien. Obat Obat - obat antimikrobia yang sering digunakan : a.

PLANOS DE PORTONES LEVADIZOS PDF

ASKEP DEMAM THYFOID

Pengertian Typhoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan infeksi salmonella Thypi. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh faeses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella. Bruner and Sudart, Typhoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella thypi dan salmonella para thypi A,B,C. Syaifullah Noer, Typhoid adalah suatu penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa, salmonella type A. Etiologi Etiologi typhoid adalah salmonella typhi.

KENAN RIFAI SOHBETLER PDF

Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh feses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella Brunner dan Sudart, Thypoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella thypi Arief Maeyer, Mempunyai sekurangnya 4 macam antigen yaitu antigen O somatik , H flagella , Vi dan protein membran hialin. Salmonella parathypi A, B, C dan ada dua sumber penularan salmonella thypi yaitu pasien dengan carier. Carier adalah orang yang sembuh dari demam thypoid dan masih terus mengekskresi salmonella thypi dalam tinja dan air kemih selama lebihdari 1 tahun.

DEVORE PROBABILIDAD Y ESTADISTICA PDF

Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan urbanisasi, kepadatan penduduk, kesehatan lingkungan, sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene industri pengolahan makanan yang masih rendah Simanjuntak, C. H, Beberapa faktor penyebab demam tifoid masih terus menjadi masalah kesehatan penting di negara berkembang meliputi pula keterlambatan penegakan diagnosis pasti. Penegakan diagnosis demam tifoid saat ini dilakukan secara klinis dan melalui pemeriksaan laboratorium. Diagnosis demam tifoid secara klinis seringkali tidak tepat karena tidak ditemukannya gejala klinis spesifik atau didapatkan gejala yang sama pada beberapa penyakit lain pada anak, terutama pada minggu pertama sakit. Apakah pengertian Demam Thypoid?

FREAKIN FABULOUS CLINTON KELLY PDF

Sebagian kuman dapat dimusnahkan oleh asam HCL lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus. Jika respon imunitas humoral mukosa IgA usus kurang baik, maka basil Salmonella akan menembus sel-sel epitel sel M dan selanjutnya menuju lamina propia dan berkembang biak di jaringan limfoid plak peyeri di ileum distal dan kelejar getah bening mesenterika. Jaringan limfoid plak peyeri dan kelenjar getah bening mesenterika mengalami hiperplasia. Basil tersebut masuk ke aliran darah bakterimia melalui ductus thoracicus dan menyebar ke seluruh organ retikuloendotalial tubuh, terutama hati, sumsum tulang, dan limfa melalui sirkulasi portar dari usus. Hati membesar hepatomegali dengan infiltrasi limfosit, zat plasma, dan sel mononuclear. Terdapat juga nekrosis fokal dan pembesaran limfa splenomegali. Di organ ini, kuman S.

Related Articles