JURNAL TENTANG AMPHIBI PDF

Posted on 11 Oktober by alamendah Indonesia adalah salah satu pusat populasi Amfibi di dunia. Sayangnya, hanya sedikit orang Indonesia yang mengenal dan menyadari kekayaan amfibi di Indonesia. Tidak jarang kita kurang mengenal dan memahami amfibi yang berada di sekitarnya. Termasuk awam dalam pengertian amfibi, ciri-ciri amfibi, jenis-jenis amfibi di Indonesia , hingga keunikan, manfaat, keterancaman, dan kondisi amfibi Indonesia. Populasi amfibi di Indonesia adalah yang terbesar di Asia. Jumlah jenis atau spesiesnya mencapai spesies dengan spesies diantaranya adalah amfibi endemik Indonesia.

Author:Tulkis Sadal
Country:Eritrea
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):17 February 2012
Pages:147
PDF File Size:5.27 Mb
ePub File Size:7.23 Mb
ISBN:211-9-19693-570-1
Downloads:23431
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJosho



Mata dan matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya pembuahan eksternal Jantung terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hewan Ovovivipar Sistem Pencernaan Hewan Amfibi Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan di akhiri oleh anus. Pada beberapa bagian dari trackus digestoria mempunyai struktur dan ukuran yang berbeda.

Mangsa yang berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan melalui pharynx, oesophagus yang menghasilkan sekresi alkalis dan mendorong makanan masuk ke dalam vetriculus yang berfungsi sebagai gudang pencernaan. Kontraksi dinding otot ventriculus meremas makanan menjadi hancur dan dicampur dengan sekresi ventriculus yang mengandung enzim, yang merupakan katalisator.

Enzim yang dihasilkan oleh ventriculus dan intestinum terdiri atas pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak. Di samping itu ventrikulus menghasilkan asam klorida untuk mengasamkan bahan makanan. Gerakan yang menyebabkan bahan makanan berjalan dalam saluran disebut gerak peristaltik. Makanan masuk ke dalam intestinum dari ventriculus melalui klep pyloris. Kelenjar pencernaan yang besar ialah hepar dan pancreaticum yang memberikan sekresinya pada intestinum.

Hepar yang besar terdiri dari beberapa lobus dan bilus zat empedu yang dihasilkan akan ditampung sementara dalam vesica felea, yang kemudian akan dituangkan dalam intestinum melalui ductus Cystecus dahulu kemudian melalui ductus cholydocus yang merupakan saluran gabungan dengan dengan saluran yang dari pankreas. Fungsi bilus untuk mengemulsikan zat lemak. Bahan yang merupakan sisa di dalam intestinum mayor menjadi feses dan selanjutnya di keluarkan melalui anus.

Amfibi darat juga memiliki kelenjar intermaksilari pada dinding mulutnya. Ada beberapa amfibi yang lidahnya tidak dapat bergerak, tetapi sebagian besar bangsa Amfibi mempunyai lidah yang dapat dijulurkan ke luar serta katak dan kodok lidah digulung ke lambung. Usus menunjukkan berbagai variasi. Pada Caecillia menunjukkan ada gulungan kecil dan tidak dibedakan antara usus kecil dan usus besar, pada katak dan kodok terdapat usus yang relatif panjang, menggulung yang membuka kloaka.

Sistem pencernaan Amphibi hampir sama seperti pada Pisces, meskipun keduanya memiliki makanan yang berbeda. Sistem pencernaan Amphibi lebih rincinya sebagai berikut: Rongga mulut Rongga mulut atau cavum oris pada katak dilengkapi dengan gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa. Gigi Amphibi berbentuk V dengan perkembangan yang tidak sempurna.

Giginya terdapat pada rahang atas dan rahang bawah. Pada rahang atas disebut gigi maxilaris sedangkan pada rahang bawah disebut gigi vomerin. Lidah katak berbentuk menggulung, panjang dan bertekstur kenyal dan lengket, digunakan untuk menangkap mangsa. Mangsa yang berupa hewan kecil, kebanyakan serangga, akan dibasahi oleh air liur. Meskipun demikian, Amphibi tidak begitu banyak memiliki kelenjar ludah.

Kerongkongan esofagus Setelah dari dari cavum oris, makanan menuju esofagus yang berupa saluran pendek. Esofagus akan menghasilkan sekresi alkalis dan mendorong makanan masuk lambung. Lambung ventrikulus Lambung berfungsi sebagai gudang makanan. Berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus.

Bagian muka ventrikulus yang besar disebut cardiac, sedang bagian posterior mengecil dan berakhir di pyloris. Kontraksi dinding otot ventrikulus meremas makanan menjadi hancur dan dicampur dengan sekresi ventrikulus yang mengandung enzim atau fermen, yang merupakan katalisator.

Tiap — tiap enzim mengubah sekelompok makanan menjadi ikatan — ikatan yang lebih sederhana. Enzim yang dihasilkan oleh ventrikulus dan intestinum terdiri atas pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak.

Di samping itu, ventrikulus juga menghasilkan asam klorida untuk mengasamkan bahan makanan. Mengasamkan bahan makanan berguna untuk membunuh mangsa dan membunuh kuman penyakit, mengingat mangsa katak adalah serangga atau hewan kecil lainnya yang mungkin masih hidup.

Gerakan yang menyebabkan makanan berjalan dalam saluran disebut gerakan peristaltik. Di dekat lambung, menempel pankreas yang berwarna kuning yang menghasilkan enzim untuk mencerna makanan.

Selain itu juga terdapat hepar yang menghasilkan cairan empedu yang menetralisir racun dan zat — zat toxic yang masuk ke saluran pencernaan katak. Hepar yang besar terdiri ats beberapa lobus dan bilus zat empedu yang dihasilkan akan ditampung sementara dalam vesica felea yang kemudian akan dituangkan dalam intestinum melalui ductus cystecus dahulu kemudian melalui ductus cholydocus yang merupakan saluran gabungan dengan saluran yang dari pancreas.

Fungsi bilus untuk mengemulsi zat lemak. Usus intestinum Dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi: duodenum. Di dalam usus terjadi penyerapan makanan oleh enzim yang dihasilkan pankreas.

Makanan masuk ke dalam intestinum melalui ventrikulus melalui klep pyloris. Usus besar Di dalam usus besar katak hanya terjadi penyerapan air dan pembusukan sisa makanan. Bahan makanan yang merupakan sisa dalam intestinum mayor akan menjadi feses. Usus besar berakhir pada rektum dan akan menuju kloaka. Kloaka Merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine. Kelenjar pencernaan pada amfibi terdiri atas kelenjar ludah hati dan pankreas.

Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari duodenum. Pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum. Struktur dan fungsi alat tubuh amfibi Tubuh terdiri dari kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor tubuh berlendir Mempunyai dua lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut yang disebut koane Di kanan kiri tulang vomer yang berbentuk V terdapat penghubung antara rongga mulut dengan rongga telinga disebut Eustrachius Endoskeleton mempunyai kolumna vertebratis ruas tulang belakang Terdapat sepasang rahang, gigi, lidah, dan langit-langit Kelopak mata digunakan untuk menjaga kelembaban mata.

Telinga digunakan untuk menangkap gelombang suara. Alat pernapasan utama amfibi dewasa biasanya berupa paru-paru yang dibantu oleh pori-pori kulit. Sistem peredaran darahnya adalah system peredaran darah ganda. Kulit amfibi tidak bersisik dan halus, kelembaban kulit selalu terpelihara karena adanya kelenjar mokusa. Pada amfibi kulit berperan dalam : a Menjaga keseimbangan air dan respirasi. Bangsa kedua yaitu apoda atau gymnophiona yang mempunyai ukuran paling kecil diantara amfibi yang lain.

Bentuknya seperi cacing dengan kepala dan mata yang tampak jelas. Satu lagi bangsa amfibi yang paling umum dijumpai yaitu bangsa anura atau katak. Katak mudah dikenali dari tubuhnya yang tampak seperti berjongkok dengan empat paha untuk melompat, leher yang tidak jelas, dan tanpa ekor Iskandar Bangsa apoda tersebar di daerah tropis, kecuali di Madagaskar, New Guinea dan Australia. Salamander tersebar luas di daerah temperate dari belahan bumi utara meskipun terdapat satu famili yang terdapat di daerah tropis.

Bangsa apoda mempunyai ukuran terkecil 15 mm sedangkan yang terbesar mencapai 1,5 meter. Bangsa salamander mempunyai ukuran terkecil 27 mm dan yang terbesar mencapai cm. Sedangkan bangsa anura terkecil berukuran 1 cm dan yang terbesar mencapai 40 cm dengan berat 3,3 kg Hofrichter Menurut AmphibiaWeb jumlah amfibi di dunia sekarang ini mencapai jenis yang terdiri dari anura, caudata dan gymnophiona.

Indonesia memiliki sekitar jenis anura dan terdapat 10 famili dari bangsa anura yang ada di dunia. Anura contohnya katak dan kodok. Berikut adalah penjelasan setiap ordo berdasarkan contoh-contohnya. Caudata a Hewan karnivora pemakan daging. Salamander jantan menghasilkan sel sperma yang mengandung spermatofor. Setelah proses kopulasi kawin spermatofor ditampung di dalam kloaka salamander betina, merupakan muara dari saluran urine, genital, dan pemcernaan. Didalam kloaka sel telur dibuahi oleh sel sperma.

EVERTZ 5600 MSC PDF

Amfibi adalah

Mata dan matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya pembuahan eksternal Jantung terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hewan Ovovivipar Sistem Pencernaan Hewan Amfibi Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan di akhiri oleh anus. Pada beberapa bagian dari trackus digestoria mempunyai struktur dan ukuran yang berbeda. Mangsa yang berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan melalui pharynx, oesophagus yang menghasilkan sekresi alkalis dan mendorong makanan masuk ke dalam vetriculus yang berfungsi sebagai gudang pencernaan. Kontraksi dinding otot ventriculus meremas makanan menjadi hancur dan dicampur dengan sekresi ventriculus yang mengandung enzim, yang merupakan katalisator. Enzim yang dihasilkan oleh ventriculus dan intestinum terdiri atas pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak.

1769 PB4 PDF

Pengertian Jenis Dan Ciri-Ciri Amfibi Dalam Ilmu Biologi

Adapun ciri-ciri umum anggota amphibia adalah sebagai berikut: Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus, kecuali pada apod yang anggota geraknya terduksi. Tidak memiliki kuku dan cakar, tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar, contoh Xenopus sp Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil biasanya beracun. Pernafasan dengan insang, kulit, paru-paru. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum.

IDRISI SELVA MANUAL PDF

Pengertian dan Ciri Amfibi beserta Sistem Organ

Posting terkait: Amfibi adalah hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. Zug, Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang. Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru.

MAX8632E PDF

JURNAL TENTANG AMPHIBI PDF

Dalam praktikum ini dilakukan pengukuran parameter anggota tubuh Amphibia. Dalam praktikum ini dipergunakan anggota dari ordo Anura diantaranya, Bufo melanostictus, Fejerverya cancrivora, Rana erithraea. Dalam praktikum ini juga dilakukan penimbangan berat sampel dan indifikasi. Selain itu pengukuran terhadap sampel yang dilakukan harus tepat. Dari hasil praktikum didapatkan hasil klasifikasi dan morfologi dari anggota ordo Anura dengan baik. Amphibia bertelur di air atau menyimpan telur di tempat lembab dan basah. Ketika menetes, larvanya dikatakan berudu yang hidup di air atau ditempat basah tersebut dan bernafas dengn insang.

Related Articles