KEKUATAN MEDAN LIGAN PDF

Kamis, Juni 21, Kekuatan Medan Ligan Ion unsur transisi dapat mengikat molekul-molekul atau ion-ion yang memiliki pasangan elektron tak berikatan ligan dengan ikatan kovalen koordinasi yang membentuk ion kompleks. Ion kompleks adalah gabungan ion atom pusat dengan ion atau molekul lain ligan membentuk ion baru. Berdasarkan ligan yang diikat oleh atom pusat dalam ion kompleks, maka ada dua macam ion kompleks: 1. Ion kompleks positif : terbentuk apabila ion logam transisi atom pusat berikatan dengan ligan yang merupakan molekul netral, sehingga ion kompleks yang terbentuk bermuatan positif. Ion kompleks negatif : terbentuk apabila ion logam transisi atom pusat berikatan dengan ligan yang merupakan ion negatif. Teori medan kristal tentang senyawa koordinasi menjelaskan bahwa dalam pembentukan kompleks terjadi interaksi elektrostatik antara ion logam atom pusat dengan ligan.

Author:Sashura Gubar
Country:Burkina Faso
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):17 January 2010
Pages:16
PDF File Size:5.4 Mb
ePub File Size:1.48 Mb
ISBN:995-4-72131-454-4
Downloads:65551
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nagrel



Dari sekian banyak unsur yang ada dan kita ketahui, kebanyakan unsur-unsur tersebut adalah berjenis logam. Salah satunya yaitu logam-logam yang berada pada golongan transisi. Logam transisi biasanya mempunyai orbital d yang tidak terisi penuh sehingga memiliki kecenderungan yang besar untuk membentuk senyawa yang dinamakan dengan senyawa kompleks. Senyawa kompleks pada umumnya terdiri dari logam-logam yang bertugas sebagai atom pusatnya.

Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang pembentukan senyawa kompleks di antaranya yaitu teori ikatan valensi, teori medan kristal, dan teori orbital molekul.

Dalam senyawa kompleks, ada yang dinamakan ligan dan ada juga yang namanya ion atau atom pusat. Pada senyawa kompleks, elektron dipakai bersama antara kedua atom yang berikatan.

Dalam hal ini, ligan berfungsi sebagai donor proton dan intinya sebagai akseptor. Ligan pada senyawa kompleks memilki peranan yang sangat penting yaitu ketika suatu ligan yang berikatan semakin kuat maka kompleks yang terbentuk akan semakin stabil. Membandingkan kuat medan antara ligan amin dengan air dari ketiga larutan yang telah dibuat dengan melihat panjang gelombang maksimumnya. Panjang gelombang maksimum ketiga larutan digunakan untuk membandingkan kuat medan ligan amin dan air.

Ligan yang hanya memiliki satu pasang elektron yang dapat menyumbangkan disebut ligan unidentate Petrucci dan Harwood Teori Lewis dapat memberikan penjelasan yang luas tentang struktur-struktur kimia dengan ungkapan-ungkapan yang sederhana, untuk dapat dimengerti dengan lebih mendalam sifat-sifat dari teori ligan, yang menjelkaskan tentang pembentukan kompleks atas dasar medan elektrostatik yang diciptakan oleh ligan-ligan yang terkoordinasi sekeliling bulatan sebelah dalam ari atom pusat.

Medan ligan menyebabkan penguraian tinkatan energi orbital d atom pusat, lalu menghasilkan energi untuk menstabilkan kompleks itu, jika molekul netral yang terlibat sebagai ligan dalam pembentukan kompleks, muatan pada ion kompleks tetap sama seperti muatan pada atom pusatnya.

Kompleks dengan ligan-ligan campuran bisa mempunyai muatan yang berbeda-beda Svehla, Beberapa contoh ligan unidentate adalah anion monoatomik seperti ion halida, anion poliatomik seperti ion nitrit, molekul sederhana seperti amonia dan molekul yang lebih kompleks seperti metal, dan CH3NH2. Beberapa ligan mampu menyumbangkan lebih dari satu pasangan elektron tunggal dari atom yang berbeda, dalam ligan dan situs yang berbeda dalam struktur geometris kompleks.

Ini disebut ligan multidentat. Molekul etilendiamin dapat menyumbangkan dua pasangan elektron, satu dari setiap atom N dan dapat menyumbangkan dua pasang elektron, disebut ligan bidentat.

Ketika ikatan ligan multidentat ke ion logam menghasilkan cincin, dapat lihat kompleks sebagai kelat. Ligan multidentat disebut agen kelat, dan proses pembentukan kelat disebut khelating Petrucci dan Harwood Suatu ion kompleks terdiri dari satu atom pusat dan sejumlah ligan yang terkikat erat dengan atom pusat.

Jumlah relatif komponen-komponen ini dalam kompleks yang stabil nampak mengikuti stoikiometri yang sangat tertentu, meskipun tak dapat ditafsirkan didalam lingkup kompleks yang klasik. Atom pusat ditandai oleh bilangan koordinasi, suatu angka bulat, yang menunjukkan jumlah ligan yang dapat membentuk kompleks yang stabil dengan satu atom pusat. Bilangan koordinasi menyatakan jumlah ruangan yang tersedia sekitar atom atau ion pusat yang disebut sebagai bulatan koordinasi, yang masing-masing dapat ditempati oleh suatu ligan Svehla, Dalam banyak kompleks ini, atom logam berada dalam keadaan oksidasi formal yang positif rendah, nol atau bahkan negatif.

Ini adalah kekhasan ligan-ligan yang menstabilkan keadaan oksidasi yang rendah. Orbital-orbital yang kosong ini dapat menerima rapatan elektron dari orbital logam yang timbul dari sumbangan pasangan menyendiri. Rapatan elektron yang tinggi pada atom logam dapat didelokalisasikan pada ligan. Teori medan ligan menunjuk keseluruhan yang berpusat pada sejumlah teori yang dipergunakan untuk memahami ikatan dan hubungan elektronik magnetis, spektroskopik, dsb.

Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang mendasar tentang ikatan dalam senyawa logam transisi dibandingkan dengan senyawa dari unsur-unsur golongan utama. Semua bentuk umum dari teori ikatan valensi berlaku bagi unsur-unsur golongan utama, dapat juga berhasil diaplikasikan bagi unsur-unsur transisi.

Kompleks donor dari ligan golongan V dan golongan VI dari senyawaan trivalensi fosfor, arsen, antimon, dan bismut dapat memberikan kompleks dengan logam-logam transisi. Donor-donor ini adalah basa lewis seperti senyawaan BR3 di mana orbital d tidak terlihat. Teori medan kristal menyediakan satu cara penentuan, dengan bahan pertimbangan elektrostatik sederhana, bagaimana energi dari orbital ion logam akan terpengaruh dari atom sekitar atau ligan. Itu bekerja dengan baik ketika simetrinya tinggi tapi dengan upaya tambahan, dapat diterapkan lebih umum lagi.

Teori medan kristal adalah suatu model dan tak satu pun uraian yang realistis tentang kekuatan sebenarnya dalam bereaksi Cotton dkk. Sebelum dipakai, dicuci terlebih dahulu dan dibilas dengan akuades. Selanjutnya bulb dipasang pada pipet skala 10 mL. Diencerkan sampai tanda garis dan dikocok sampai larutan homogen.

Digunakan air sebagai blanko. Diamati dan dicatat panjang gelombangnya. Diencerkan dengan akuades sampai tanda batas dan dikocok sampai larutan homogen. Hal ini berarti ada absorpsi di daerah sinar tampak dari elektron yang dieksitasi oleh cahaya tampak dari tingkat energi orbital molekul kompleks yang diisi elektron ke tingkat energi yang kosong. Transisi elektronik yang dihasilkan oleh pemompaan optis cahaya diklasifikasikan secara kasar menjadi dua golongan. Bila kedua orbital molekul yang memungkinkan transisi memiliki karakter utama d, transisinya disebut transisi d-d atau transisi medan ligan, dan panjang gelombang absorpsinya bergantung sekali pada pembelahan medan ligan.

Bila satu dari dua orbital memiliki karakter utama logam dan orbital yang lain memiliki karakter ligan. Ion kompleks memiliki ion logam pada pusatnya dengan jumlah tertentu pada setiap molekul atau ion-ion yang mengelilinginya. Ion-ion yang mengelilinginya itu dapat berhimpit dengan ion pusat melalui ikatan koordinasi dative covalent. Molekul-molekul atau ion-ion yang mengelilingi suatu logam pusat disebut dengan ligan-ligan. Yang termasuk pada ligan sederhana adalah air, amonia dan ion klorida dimana semua ligan-ligan tersebut memiliki pasangan elektron tak berikatan yang aktif pada tingkat energi paling luar.

Pasangan elektron tak berikatan inilah yang akan digunakan untuk membentuk ikatan koordinasi dengan ion logam. Ketika sinar putih melewati larutan yang berisi salah satu dari ion tersebut, atau dengan kata lain sinar putih tersebut direfleksikan oleh larutan itu, beberapa warna dari sinar dapat diabsorpsi atau diserap oleh larutan tersebut.

Warna yang dapat dilihat oleh mata adalah warna yang tertinggal tidak diabsorpsi. Pelekatan ligan pada ion logam merupakan efek dari energi orbital-orbital d. Sinar yang diserap merupakan akibat dari perpindahan elektron diantara orbital d yang satu dengan yang lain.

Ligan yang digunakan adalah NH4OH dan akuades. Kuat medan antara ligan amin-air ditentukan oleh perbandingan nilai absorbansi pada panjang gelombang dengan rentang nm. Larutan akan berwarna biru pucat. Ini dilakukan untuk melihat senyawa akuokompleks. Berikut tabel dan grafik hasil pengukuran panjang gelombang terhadap absorbansi.

Tabel 1.

ARTHROPODA SELECTA PDF

Teori medan ligan

Tokazahn Dengan tidak adanya pemisahan yang kuat, tidak ada kekuatan pendorong untuk mengubah kompleks oktahedral menjadi planar persegi lihat Gambar 9. Tiga pengaturan seperti itu muncul dalam pikiran: Faktor kedua yang penting adalah hilangnya energi pertukaran berdasarkan aturan Hund, hal 33 yang terjadi saat elektron dengan spin paralel dipaksa memiliki spin secara antiparalel. Sebenarnya, ada enam fungsi gelombang yang bisa ditulis untuk orbital yang memiliki bentuk empat lobus khas misalnya dxy. Kami telah melihat bahwa interpretasi seri seri spektrokimia dalam hal muatan langsung sangat lemah. Data yang sedikit lebih baik tersedia untuk enthalpies hidrasi ion logam transisi. Hubungan antara besarnya konstanta kopling dan ikatan A — B dapat digambarkan sebagai berikut: R Rossi and R. Karena perhitungan ini melibatkan perkiraan yang sangat kasar, metode ini tidak tepat untuk mdean dan metode perhitungan tidak perlu diperhatikan.

LCMS LECTIONARY PDF

KEKUATAN MEDAN LIGAN PDF

Berdasarkan banyaknya pasangan elektron yang didonorkan, ligan dapat dikelompokkan menjadi, a. Ligan Monodentat yaitu ligan yang hanya mampu memberikan satu pasang elektron kepada satu ion logam pusat dalam senyawa koordinasi. Misalnya : ion halida, H2O dan NH3. Ligan Bidentat yaitu ligan yang mempunyai dua atom donor sehingga mampu memberikan dua pasang elektron.

Related Articles