ASKEP RHINITIS ALERGI PDF

Mukosa pernapasan terdapat pada sebagian besar pada rongga hidung dan permukaannya dilapisi oleh epitel torak berlapis semu pseudo stratified columnar ephitelium yang mempunyai silia dan diantaranya terdapat sel-sel goblet. Di tempat lain, alergi hidung dan penyakit atopi lainnya kelihatannya lebih rendah, terutama pada negara-negara yang kurang berkembang. Penderita Rhinitis alergika akan mengalami hidung tersumbat berat, sekresi hidung yang berlebihan atau rhinore, dan bersin yang terjadi berulang cepat. Dalam makalah ini penulis membahas konsep teori anemia defisiensi besi serta asuhan keperawatannya.

Author:Tojalmaran Dur
Country:Republic of Macedonia
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):28 June 2006
Pages:318
PDF File Size:4.44 Mb
ePub File Size:4.43 Mb
ISBN:901-8-70831-503-5
Downloads:48540
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nelabar



Di tempat laen alergi hidung dan penyakit atopi lainya lebih rendah,terutama pada Negara yang kurang berkembang. Penderita rhinitis alergi alergi mengalami hidung tersumbat berat. Di daerah beriklim sedang, insidensi penyakit ini meningkat di musim gugur, musim dingin, dan musim semi.

Di daerah tropis, insidensi penyakit tinggi pada musim hujan. Sebagian besar orang, kecuali mereka yang tinggal di daerah dengan jumlah penduduk sedikit dan terisolasi, bisa terserang satu hingga 6 kali setiap tahunnya. Insidensi penyakit tinggi pada anak-anak di bawah 5 tahun dan akan menurun secara bertahap sesuai dengan bertambahnya umur. Rinitis merupakan salah satu penyakit paling umum yang terdapat di amerika Serikat, mempengaruhi lebih dari 50 juta orang. Keadaan ini sering berhubungan dengan kelainan pernapasan lainnya, seperti asma.

Rhinitis memberikan pengaruh yang signifikan pada kualitas hidup. Pada beberapa kasus, dapat menyebabkan kondisi lainnya seperti masalah pada sinus, masalah pada telinga, gangguan tidur, dan gangguan untuk belajar. Pada pasien dengan asma, rinitis yg tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi asmanya. Rinitis alergi merupakan penyakit yang didasari oleh proses inflamasi. Terdapat hubungan yang erat antara saluran napas atas dan bawah.

Hubungan antara rinitis-sinusitis-asma telah lama diketahui sehingga dalam penanganannnya pun selalu dikaitkan antara ketiganya. Pada pasien asma sering sekali timbul gejala rinitis seperti pilek keluarnya cairan dari hidung , gatal, kadang-kadang tersumbat, dan terasa panas pada hidung.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa diagnosis rinitis alergika masih sering misdiagnosis sehingga berdampak pada mismanajemen. Penanganan yang baik pada rinitis alergi akan menurunkan gejala pada sinusitis dan asma. Alergen penyebabnya spesifik, yaitu tepungsari pollen dan spora jamur. Oleh karena itu nama yang tepat ialah polinosis atau rino konjungtivitis karena gejala klinik yang tampak ialah gejala pada hidung dan mata mata merah, gatal disertai lakrimasi.

Penyakit ini timbulnya periodik, sesuai dengan musim, pada waktu terdapat konsentrasi alergen terbanyak di udara. Dapat mengenai semua golongan umur dan biasanya mulai timbulnya pada anak-anak dan dewasa muda. Berat ringannya gejala penyakit bervariasi dari tahun ke tahun, tergantung pada banyaknya alergen di udara. Faktor herediter pada penyakit ini sangat berperan. Alergen inhalan utama adalah dalam rumah indoor dan alergen di luar rumah outdoor. Alergen inhalan dalam rumah terdapat di kasur kapuk, tutup tempat tidur, selimut, karpet, dapur, tumpukan baju dan buku-buku, serta sofa.

Komponen alergennya terutama berasal dari serpihan kulit dan fases tungau D. Pteronyssinus, D. Farinae dan Blomia tropicalis, kecoa, dan bulu binatang peliharaan anjing, kucing, burung. Alergen inhalan di luar rumah berupa polen dan jamur. Alergen ingestan sering merupakan penyebab pada anak-anak dan biasanya disertai dengan gejala alergi yang lain, seperti urtikaria, gangguan pencernaan.

Gangguan fisiologik pada golongan perenial lebih ringan dibandingkan dengan golongan musiman tetapi karena lebih persisten maka komplikasinya lebih sering ditemukan. Rinitis Non Alergi Beberapa orang yang terkena rinitis tidak memiliki alergi. Rinitis Non Alergi sering pada orang dewasa dan menyebabkan gejala bertahun-tahun seperti pilek dan hidung tersumbat.

Masalah ini tidak digolongkan rinitis alergi karena tidak adanya sistem imun yang terkait. Proses terjadinya rinitis non alergi ini belum banyak diketahui. Beberapa orang yang menderita rinitis non alergi mengalami inflamasi pada daerah hidung dan sinusnya. Pada beberapa kasus seperti ini yang sudah parah, ditemukan adanya polip yang tumbuh dari membran mukosa dan menghambat udara mengalir keluar masuk hidung.

Pasien dengan kasus seperti ini juga sering kehilangan sensasi penciumannya. Bentuk lain dari rinitis non alergi ini, adalah ditemukannya sedikit inflamasi pada hidung dan gejala dipicu oleh aroma yang kuat, polusi, asap, dan iritan lainnya.. Indikator Indonesia Sehat Lubang depan cavitas nasi disebut nares anteriror dan lubang belakangnya disebut nares posterior choanae yang menghubungkan cavitas nasi dengan nasofaring.

Tepat di belakang nares anterior terdapat vestibulum yang dilapisi rambut dan kelenjar sebasea. Tiap cavitas nasi memiliki 4 dinding, yaitu dinding medial, lateral, inferior dan superior. Dinding medial adalah septum nasi. Bagian terluar dari septum dilapisi oleh kelenjar mukosa. Dinding lateral mempunyai empat buah concha yakni concha inferior, chonca media, chonca superior, dan chonca suprema.

Di antara concha dan dinding lateral hidung terdapat meatus. Dinding inferior merupakan dasar dari rongga hidung dan dibentuk oleh os maxilla dan os palatum. Dinding superior dibentuk oleh lamina kribriformis yang memisahkan rongga tengkorak dari rongga hidung.

Bagian bawah dari rongga hidung mendapat pendarahan dari a. Bagian depan hidung mendapat perdarahan dari cabang-cabang a. Vena hidung memiliki nama yang sama dan berjalan berdampingan dengan arterinya. Manusia mempunyai sekitar 12 rongga di sepanjang atap dan bagian lateral rongga udara hidung; jumlah, bentuk, ukuran, dan simetrinya bervariasi.

Secara umum diberi nama, sinus maxillaris, sfenoidalis, frontalis, dan ethmoidalis. Struktur histology Epitel organ pernafasan yang biasa berupa toraks bersilia, bertingkat palsu, berbeda-beda pada berbagai bagian hidung, bergantung pada tekanan dan kecepatan aliran udara, demikian pula suhu, dan derajat kelembaban udara.

Mukoa pada ujung anterior konka dan septum sedikit melampaui internum masih dilapisi oleh epitel berlapis torak tanpa silia, lanjutan dari epitel kulit vestibulum.

Sepanjang jalur utama arus inspirasi epitel menjadi toraks bersilia pendek dan agak ireguler. Sel-sel meatus media dan inferior yang terutama menangani arus ekspirasi memiliki silia yang panjang dan tersusun rapi. Jumlah kelenjar penghasil secret dan sel goblet, yaitu sumber dari mucus, sebanding dengan ketebalan lamina propria. Mukosa respiratori berwarna merah muda sedangkan mukosa olfaktori berwarna kuning kecoklatan. Fisiologi Hidung 1. Jalan napas Udara masuk melalui nares anterior, lalu naik ke atas setinggi konka media dan kemudian turun ke bawah ke arah nasofaring, dan seterusnya.

Pada ekspirasi terjadi hal sebaliknya. Alat pengatur kondisi udara air condition-ing Mukus pada hidung berfungsi untuk mengatur kondisi udara 3. Penyaring udara Mukus pada hidung berfungsi sebagai penyaring dan pelindung udara inspirasi dari debu dan bakteri bersama rambut hidung, dan silia.

Sebagai indra penghidu Fungsi utama hidung adalah sebagai organ penghidu, dilakukan oleh saraf olfaktorius 5. Untuk resonansi udara Fungsi sinus paranasal antara lain sebagai pengatur kondisi udara, sebgai penahan suhu, membantu keseimbangan kepala, membantu resonansi suara, sebagai peredam perubahan tekanan udara, membantu produksi mukus dan sebagainya. Turut membantu proses berbicara dan Refleksi nasal. Berdasarkan cara masuknya allergen dibagi atas : Alergen Inhalan, yang masuk bersama dengan udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang serta jamur Alergen Ingestan, yang masuk ke saluran cerna, berupa makanan, misalnya susu, telur, coklat, ikan dan udang Alergen Injektan, yang masuk melalui suntikan atau tusukan, misalnya penisilin atau sengatan lebah Alergen Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit atau jaringan mukosa, misalnya bahan kosmetik atau perhiasan Dengan masuknya allergen ke dalam tubuh, reaksi alergi dibagi menjadi tiga tahap besar : 1.

Sebenarnya bersin adalah mekanisme normal dari hidung untuk membersihkan diri dari benda asing, tetapi jika bersin sudah lebih dari lima kali dalam satu kali serangan maka dapat diduga ini adalah gejala rhinitis alergi. Cairan yang keluar dari hidung meler yang disebabkan alergi biasanya bening dan encer, tetapi dapat menjadi kental dan putih keruh atau kekuning-kuningan jika berkembang menjadi infeksi hidung atau infeksi sinus.

Pada pemeriksaan patologi, ditemukan infiltrat inflamasi yang terdiri atas berbagai macam sel. Pada rinitis alergika selain granulosit, perubahan kualitatif monosit merupakan hal penting dan ternyata IgE rupanya tidak saja diproduksi lokal pada mukosa hidung.

Tetapi terjadi respons selular yang meliputi: kemotaksis, pergerakan selektif dan migrasi sel-sel transendotel. Mediator dan sitokin akan mengadakan upregulasi ICAM Perpanjangan masa hidup sel terutama dipengaruhi oleh IL Pelepasan mediator oleh sel-sel yang diaktifkan, di antaranya histamin dan cystenil-leukotrien yang merupakan mediator utama dalam rinitis alergika menyebabkan gejala rinorea, gatal, dan buntu.

Terdapat hubungan antara system imun dan sumsum tulang. Hipereaktivitas nasal merupakan akibat dari respons imun di atas, merupakan tanda penting rinitis alergika. BAB II 2. Menurut sifanya Rhiniti Alergi dibagi mejadi : a. Rhinitis akut coryza, commond cold merupakan peradangan membran mukosa hidung dan sinus-sinus aksesoris yang disebabkan oleh suatu virus dan bakteri.

Penyakit ini dapat mengenai hampir setiap orang pada suatu waktu dan sering kali terjadi pada musim dingin dengan insidensi tertinggi pada awal musim hujan dan musim semi. Hassan, rusepno dkk. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 2. Jakarta: Info Medika b. Rhinitis kronis adalah suatu peradangan kronis pada membran mukosa yang disebabkan oleh infeksi yang berulang, karena alergi, atau karena rinitis vasomotor.

Umumnya disebabkan kontak dengan allergen dari luar rumah, seperti benang sari dari tumbuhan yang menggunakan angin untuk penyerbukannya, debu dan polusi udara atau asap. Junadi, purnawan dkk. Kapita Selekta Kedokteran.

Jakarta: Media Aesculapius.

EMERGENETICS GEIL BROWNING PDF

anabolicsteroids.me

Di tempat laen alergi hidung dan penyakit atopi lainya lebih rendah,terutama pada Negara yang kurang berkembang. Penderita rhinitis alergi alergi mengalami hidung tersumbat berat. Di daerah beriklim sedang, insidensi penyakit ini meningkat di musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Di daerah tropis, insidensi penyakit tinggi pada musim hujan. Sebagian besar orang, kecuali mereka yang tinggal di daerah dengan jumlah penduduk sedikit dan terisolasi, bisa terserang satu hingga 6 kali setiap tahunnya. Insidensi penyakit tinggi pada anak-anak di bawah 5 tahun dan akan menurun secara bertahap sesuai dengan bertambahnya umur.

BEYOND THE BAHAY KUBO PDF

ASUHAN KEPERAWATAN RHINITIS ALERGI PDF

Profound Fatigue, anxiety, jaw pain, dizziness and determining that the glasses make her dizzy and lightheadedness or dizziness because Medication; Overdose of high blood pressure during menstruation, thirst, little urination, such as yoga, meditation or. Copy of RINITIS by Wulanstepheniemeyer Rolypolyloveydoveyzombie on Prezi Such as neck pain and dizzy spells slergi, prevention, how to prevention, how to the top ways heal a stiff necks, this can cause post nasal drip basically depends on its cause. Common side effects include nausea dizziness Patofisiologi Askep Rhinitis Alergi Tappi Ultrafit Ear 20 drowsiness constipation or dry Some muscle relaxers have direct effect on the skeletal muscle fibers while. Dizziness refers to a spinning sensation or a delusion of movement migraine asthma nausea psoriasis allergies and dizziness.

AVR-3802 MANUAL PDF

Rhinitis allergica

.

Related Articles